Pengujian Penguatan Kuat Sinyal Modem Jaringan 3G Dengan Wajanbolic

Fajar Purnama
9 min readNov 21, 2020

Catatan

Dulu karya tulis ini memiliki tujuan untuk memenuhi syarat mengikuti Pelaksanaan MawaPres (Mahasiswa Berprestasi) UNUD 2013 dimana karya tulis ini adalah versi kedua saat seleksi di tingkat Universitas dimana beda dengan versi pertama adalah versi pertama hanya menggantungkan modem diatas wajan sedangkan versi kedua membuat produk wajan bazoka dimana ada tempat menaruh modem. Cerita mengapa saya memilih topik ini karena dulu belum ada smartphone dan masih menggunakan modem (modulator demodulator) untuk koneksi Internet. Dulu saya sering diajak bermain video game online DOTA (Defense of The Ancient) tetapi memiliki masalah dengan stabilitas koneksi Internet (bukan kecepatan koneksi Internet). Cara mudah yang saya temui untuk meningkatkan kualitas sinyal modem adalah dengan menggunakan wajanbolic dimana saya sering mengutak-ngatik dan ide muncul mengenai mengapa tidak bikin karya tulis saja tentang ini. Karya tulis ini tidak pernah dipublikasi dimanapun dan saya sebagai penulis dan pemegang hak cipta melisensi karya tulis ini customized CC-BY-SA dimana siapa saja boleh membagi, menyalin, mempublikasi ulang, dan menjualnya dengan syarat mencatumkan nama saya sebagai penulis dan memberitahu bahwa versi asli dan terbuka tersedia disini.

Ringkasan

Isu mengenai wajanbolic dapat menguatkan kuat sinyal yang diterima modem telah beredar luas di masyarakat, namun belum banyak yang membuktikannya secara sains. Pada karya tulis ini akan dibahas seberapa besar penguatan kuat sinyal pada modem dengan penunjukan angka yang pasti. Keunggulan dari karya tulis ini adalah besarnya manfaat bagi masyarakat pada kalangan manapun (terutama kalangan bawah). Pembuatan alat ini sangat mudah, memerlukan waktu yang singkat, dan bahannya relatif murah dan mudah diperoleh. Selain itu karya tulis ini menjelaskan bagaiman bisa terjadi penguatan kuat sinyal pada modem berdasarkan teori yang ada.

Bahan yang digunakan untuk membuat alat ini pada karya tulis ini adalah wajan parabola berdiameter 30 cm dan kedalaman 10 cm sebagai pemantul. Kotak silinder dengan diameter 10.8 cm panjang 26.6 cm sebagai feedernya. Bagian diatas titik fokus (5.625 cm) ditutup dengan aluminium. Modem ditaruh pada 1/3 panjang yang dibungkus aluminium dari atas. Pembuatan alat ini berdasarkan konsep antena parabola jenis front feed.

Hasil percobaan ini cukup memuaskan. Terjadi penguatan sekitar 8.67 dB. Walaupun…

--

--

Fajar Purnama

this blog contains all my articles licensed under creative commons attribution customized sharealike (cc-by-sa) where you can sell but mention the open one here